Apr 2, 2016

MSN vs BBC vs Triple R Brazil 2002, Mana yang terbaik ?


Pada musim kompetisi sepakbola Eropa yang lalu yaitu musim 2014-15 tentu saja kita semua dibuat berdecak kagum pada trio penyerang MSN milik Barcelona yang membuat Barcelona sangat digdaya pada musim tersebut. Barcelona berhasil menjuarai dua kompetisi elite Eropa yaitu La Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa. Kontribusi trio MSN sangat besar pada kesuksesan Barcelona. Meskipun mereka memiliki dua gelandang berkelas dunia pada diri Andres Iniesta dan Sergio Busquets serta bek kanan berkelas dunia yang pernah bertahun-tahun menjadi bek kanan terbaik dunia pada diri Daniel Alves, namun kontribusi trio penyerang MSN yang digawangi satu dari tiga pemain terbaik dunia setidaknya dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir yaitu Lionel Messi, satu dari tiga striker terbaik dunia saat ini yang sudah membuktikan ketajamannya di Ajax Amsterdam dan membuktikan kelasnya di Liverpool yaitu Luis Suarez, serta striker muda potensial dan pemegang nomor punggung sepuluh di timnas Brazil yaitu Neymar, tidak bisa dipungkiri menjadi kunci kesuksesan utama Barcelona melaju impresif pada kompetisi 2014-15.

Setahun sebelumnya, yaitu musim kompetisi sepakbola Eropa 2013-2014 kita juga disuguhi tontonan yang sangat memacu adrenalin sebagai penggemar sepakbola. Bagaimana bisa dua pemain termahal sepanjang sejarah sepakbola yaitu Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo, berkombinasi menunjukkan skill tinggi yang digabungkan dengan kecepatan fantastis, serta ditunjang oleh striker yang memiliki tendangan sangat akurat serta dribble bagus juga yaitu Karim Benzema, membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions Eropa 2013-14. Cristiano Ronaldo yang sama dengan Lionel Messi termasuk satu dari tiga pemain terbaik dunia setidaknya dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, berkombinasi dengan Gareth Bale yang dalam musim-musim terakhirnya di Tottenham Hotspurs berhasil membuktikan diri kepada dunia bisa mengalahkan pemain-pemain hebat Premier League Inggris seperti Sergio Aguerro, Robin van Persie, David Silva, Wayne Rooney, Eden Hazard, dan Yaya Toure sebagai pemain terbaik Premier League Inggris. Dan pada kesuksesan Real Madrid menjuarai Liga Champions Eropa 2013-14 kita semua tahu jika trio BBC sangat berperan besar pada kesuksesan mereka.


Mungkin saat ini semua penggemar sepakbola di seluruh dunia membanding-bandingkan trio penyerang MSN milik Barcelona dan trio penyerang BBC milik Real Madrid dan mengatakan trio mereka paling berbahaya dan terbaik di dunia saat ini. Namun penulis ingin mengajak pembaca mengenang yang terjadi di beberapa tahun yang lalu dan membandingkan trio penyerang yang penulis maksud dengan trio penyerang MSN dan BBC saat ini. Trio penyerang yang penulis maksud adalah trio penyerang yang pada saat itu sangat terkenal dan diberi nama triple R oleh banyak penggemar sepakbola dunia, trio penyerang yang berhasil membawa tim nasional Brazil menjuarai Piala Dunia 2002 meskipun mereka saat itu sangat tidak diunggulkan setelah terengah-engah untuk lolos ke Piala Dunia 2002 pada kualifikasi Piala Dunia zona Conmebol. Saat itu unggulan utama adalah Argentina, Prancis, dan Italia namun Brazil dibawah komando Luiz Felipe Scolari mampu membuktikan diri sebagai yang terbaik. Mungkin tidak fair membandingkan antara trio di tim nasional dengan klub apalagi beda era, namun penulis benar-benar tertarik menganalisa dan membandingkan ketiga trio ini.

Anggota triple R sendiri adalah Rivaldo pemilik nomor punggung sepuluh di Barcelona dan tim nasional Brazil, motor utama dan pemain terbaik Barcelona saat itu. Peraih Ballon d'Or dan FIFA World Player of the Year pada tahun 1999. Lalu pemain muda bertalenta tinggi bernama Ronaldinho yang pada saat itu membela Paris Saint Germain, dan kelak akan meraih dua FIFA World Player of the Year pada tahun 2004 dan 2005 dan menjadi motor utama Barcelona dalam menjuarai dua La Liga Spanyol dan satu Liga Champions Eropa. Lalu anggota terakhir triple R adalah salah satu penyerang terbaik dunia sepanjang masa yaitu Ronaldo, yang selama karirnya meraih dua Ballon d'Or dan tiga FIFA World Player of the Year.


Pada Piala Dunia 2002, Luiz Felipe Scolari mengandalkan formasi 3-4-3 yang seharusnya sangat defensif meskipun memasang dua bek sayap ofensif yang mungkin adalah pasangan bek sayap kanan dan kiri terbaik sepanjang masa yaitu kapten tim Cafu dan Roberto Carlos. Pada lini tengah Brazil asuhan Luiz Felipe Scolari ini terdapat nama Gilberto Silva yang merupakan gelandang bertahan tangguh sedangkan pasangannya di sentra lini tengah adalah Jose Kleberson, pemain yang saat itu bermain di Atletico Paranaense dan bertipikal gelandang tengah penyeimbang, bukan gelandang bertipe menyerang. Selain itu dengan memasang tiga bek yaitu Lucio, Roque Junior dan Edmilson yang meng-cover kiper dari klub Palmeiras yaitu Marcos semakin menunjukkan jika Brazil pada Piala Dunia 2002 ini terlihat sangat berhati-hati dan benar-benar mengandalkan dan memasrahkan penuh tanggung jawab kreativitas, skill, dan serangan mematikan dari triple R, dan terbukti perjudian Luiz Felipe Scolari menerapkan strategi defensif sangat sukses karena mampu dijawab dengan sangat meyakinkan oleh trio Rivaldo, Ronaldinho dan Ronaldo.


Sedangkan tim Real Madrid pada musim 2013-2014 masih memiliki pemain menyerang pada tim selain trio penyerang BBC seperti bek kiri Marcelo, gelandang serang Luka Modric dan Angel Di Maria. Dan tim Barcelona pada musim 2014-15 juga masih memiliki pemain menyerang pada tim selain trio penyerang MSN seperti bek kiri Jordi Alba, bek kanan Daniel Alves, dan gelandang serang Ivan Rakitic. Dari sini bisa kita ambil kesimpulan jika tim Brazil pada Piala Dunia 2002 benar-benar memasrahkan kreatifitas membangun serangan dan sekaligus menuntaskan serangan pada trio penyerang triple R, berbada dengan tim Real Madrid pada musim 2013-14 dan Barcelona pada musim 2014-15. Apalagi kenyataan jika ketiga anggota triple R kesemuanya pernah menjadi pemain terbaik dunia, sedangkan Neymar, Gareth Bale, Luis Suarez dan Karim Benzema masih belum pernah menjadi pemain terbaik dunia. Hanya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang pernah menjadi pemain terbaik dunia.

Jadi kesimpulan penulis dari analisa-analisa diatas, triple R Brazil pada Piala Dunia 2002 masih lebih baik daripada trio penyerang MSN Barcelona dan trio penyerang BBC Real Madrid.

Mar 8, 2016

Penerus Terkuat Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi


Pada postingan kali ini penulis ingin sekali memprediksi siapakah pemain yang bisa disebut sebagai kandidat terkuat peraih gelar pemain terbaik sejagad atau lebih populer disebut FIFA Ballon d'Or selanjutnya, setelah era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi berakhir. Sejak tahun 2008 atau sejak delapan tahun yang lalu gelar Ballon d'Or selalu didominasi oleh dua nama saja, yaitu Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Memang sulit sekali untuk pemain-pemain zaman sekarang dalam waktu dekat (setidaknya satu atau dua tahun kedepan) merebut gelar Ballon d'Or mengingat permainan kedua pemain tersebut masih sangat menjanjikan. Bahkan dalam delapan musim terakhir sesungguhnya ada beberapa nama yang juga layak diperhitungkan mendapatkan Ballon d'Or, seperti Zlatan Ibrahimovic, Wesley Sneijder, Arjen Robben, Xavi Hernandez, Franck Ribery, Wayne Rooney, David Villa, Iker Casillas dan Thomas Muller. Namun kharisma dan nama besar Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi seolah menafikan nama-nama besar yang lain. 
Setelah era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi berakhir, ada beberapa nama yang disebut-sebut bakal meneruskan kejayaan  mereka. Nama-nama tersebut diantaranya adalah pemain multi posisi yang panen banyak gelar bagi tim nasional Jeman maupun klub Bayern Munich semenjak debutnya yaitu Thomas Muller, penyerang yang dianggap pemain terbaik Brazil saat ini yaitu Neymar, gelandang muda yang sangat tenang dan suka sekali menunjukkan skill-skill memikatnya yang tidak diduga-duga di lapangan yaitu Paul Pogba, pemain sayanp yang memiliki lari amat sangat cepat, stamina prima, tendangan bebas berbahaya dan umpan-umpan yang mematikan yaitu Gareth Bale, serta pemain sayap dan gelandang menyerang yang bermain dengan tempo yang sangat tinggi dan sedikit mengingatkan kita pada Cristiano Ronaldo yaitu Eden Hazard. Sebenarnya jika boleh jujur, kita tentu saja langsung menunjuk Thomas Muller sebagai yang paling pantas menjadi suksesor Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, namun kita tidak boleh lupa jika unsur nama besar sangat mempengaruhi pemilihan Ballon d'Or era sekarang.

Pada era 1996-2006 dunia sepakbola memiliki dua orang pemain beda posisi yang pada era tersebut disebut-sebut sebagai yang terbaik yaitu Ronaldo Luis dari Brazil dan Zinedine Zidane dari Prancis. Saking hebatnya kedua pemain tersebut, piala dunia 1998, 2002, dan 2006 sangat dipengaruhi oleh kedua pemain tersebut. Ronaldo Luis merupakan striker asal Brazil yang sangat cepat, memiliki dribble yang sangat susah dihentikan, naluri mencetak gol yang diatas rata-rata dan tendangan yang akurat. Sedangkan Zinedine Zidane adalah gelandang yang memiliki passing akurat, umpan-umpan mematikan, kemampuan mengatur permainan, gaya bermain yang sangat tenang dan akurat, serta skill yang mengundang decak kagum. Namun betapa hebatnya kedua pemain tersebut, tetap saja gelar pemain terbaik dunia saat itu yaitu FIFA World Player of the Year, tidak terlalu didominasi oleh kedua pemain tersebut sepeti sekarang, tercatat Rivaldo dari Brazil, Luis Figo dari Portugal, Ronaldinho dari Brazil dan Fabio Cannavaro dari Italia pernah meraih penghargaan paling prestisius bagi pesepakbola sejagat tersebut. 

Kembali lagi pada inti postingan ini, Thomas Muller memang pemain sarat prestasi dan sangat cerdas, namun pada era sekarang nama besar tampaknya sangat berpengaruh, tidak seperti era-era dahulu yang sudah penulis contohkan. Faktor nama besar itulah yang menggagalkan nama-nama seperti Zlatan Ibrahimovic, Wesley Sneijder, Arjen Robben, Xavi Hernandez, Franck Ribery, Wayne Rooney, David Villa, Iker Casillas dan Thomas Muller meraih penghargaan FIFA Ballon d'Or sejak tahun 2008 yang lalu. Namun melihat faktor nama besar membuat kandidat kuat hanya mengerucut kepada Neymar dan Gareth Bale saja. Dari kedua pemain tersebut, yang paling berpeluang penulis pikir adalah Neymar, tentu saja bukan karena skill Neymar lebih baik daripada pesaing kuatnya tersebut, melainkan penulis rasakan jika nama Neymar entah kenapa terasa memiliki magis seperti nama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, magis yang membuat Xavi Hernandez dan Wesley Sneijder kalah oleh Lionel Messi pada 2010, Iker Casillas kalah oleh Lionel Messi pada 2012, Franck Ribery dan Arjen Robben kalah oleh Cristiano Ronaldo pada 2013, dan Thomas Muller kalah oleh Cristiano Ronaldo pada 2014. Sungguh disayangkan memang jika sampai perkiraan penulis terjadi di masa depan, mengingat nama-nama seperti Thomas Muller, Paul Pogba, Gareth Bale dan Eden Hazard sebenarnya juga sangat pantas bahkan ada beberapa yang memiliki kemampuan diatas Neymar.

2016, Tahun Baik Untuk Real Madrid ?


Awal musim 2015-16 memberikan banyak kekecewaan untuk banyak fans Real Madrid di seluruh dunia, bagaimana tidak pelatih yang memberikan Madridista trofi liga Champions Eropa ke 10 atau yang lebih kita kenal la decima yaitu Carlo Ancelotti dipecat oleh Florentino Perez yang lebih banyak didasari oleh menurunnya Real Madrid pada tahun 2015 dan kesuksesan rival terbesar mereka Barcelona. Pelatih baru yang ditunjukpun yaitu Rafael Benitez dianggap kurang kharismatik dan kurang bernama besar seperti Carlo Ancelotti. Bahkan banyak fans yang sedari awal tidak menyenangi dan mendukung Rafael Benitez melatih Real Madrid. Kekecewaan bertambah bagi fans Real Madrid setelah legenda klub, pemain sekaliber Iker Casillas dijual ke FC Porto. Ditambah lagi kegagalan Real Madrid dalam mendapatkan David de Gea dari Manchester United pada detik-detik akhir bursa transfer menjadikan awal musim 2015-16 menjadi awal musim yang menyedihkan bagi kebanyakan fans Real Madrid di seluruh dunia.


Penampilan Real Madrid di bawah komando Rafael Benitez sampai bulan Desember 2015 ternyata sesuai dugaan, Real Madrid seperti tidak menunjukkan kebesaran mereka. Real Madrid tidak buruk-buruk amat, tetapi tidak juga terlihat seharusnya sesuai nama besar mereka. Fans banyak yang kecewa dan tidak sabar akan pelatih mereka Rafael Benitez, bahkan digosipkan banyak pemain juga yang terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan mereka terhadap Rafael Benitez. Akhirnya prediksi banyak pihak terjadi, Rafael Benitez dipecat Real Madrid. Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa pengganti Rafael Benitez, banyak pihak menjagokan Zinedine Zidane, legenda dan pemain kesayangan publik Santiago Bernabeu yang pernah menjadi asisten Carlo Ancelotti saat meraih la decima. Prediksi fans terbukti setelah Presiden Real Madrid Florentino Perez mengumumkan secara resmi Zinedine Zidane sebagai pelatih baru Real Madrid. Banyak penggemar Real Madrid yang sangat optimis mengetahui kabar ini, meskipun semua juga tahu jika Zinedine Zidane belum memiliki pengalaman melatih di tim senior sebelumnya.


Penampilan Real Madrid di bawah Zinedine Zidane ternyata lumayan menjanjikan jika belum bisa disebut sangat menjanjikan. Meskipun minim pengalaman, tetapi nama besarnya sebagai pemain membuat banyak pemain Real Madrid bergairah dan sangat termotivasi mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Permainan Real Madrid yang terkesan hati-hati di bawah Rafael Benitez, yang sering terlihat dari banyaknya pemain bertipe penahan bola di lini tengah alih-alih menyerang tergantikan dengan permainan penuh perencanaan tetapi tetap penuh skill. Pemain berbakat menyerang pada lini tengah seperti James Rodriguez dan Isco mulai banyak mendapatkan porsi bermain. Sebenarnya sungguh disayangkan Rafael Benitez terkesan meminggirkan James Rodriguez yang memiliki naluri menyerang yang sangat tinggi serta ditunjang dengan shooting dan umpan akurat serta Isco yang memiliki dribble prima hanya demi kestabilan permainan, itu bukan jiwa dari Real Madrid. Rasanya tahun 2016 ini Real Madrid akan berusaha naik ke level mereka sebenarnya. Mungkin di akhir musim gelar juara akan sulit mereka dapatkan karena jalan yang kurang mulus pada tahun 2015 lalu, tetapi sudah jelas tahun 2016 ini mereka akan menemukan jalan untuk kembali pada kesuksesan pada musim selanjutnya. Berkata pada dunia bahwa Real Madrid telah kembali.

Feb 6, 2015

Pemain Terbaik Portugal Sepanjang Masa.

Portugal di belantika sepak bola Eropa sering dijuluki sebagai Brazilnya Eropa. Banyak sekali pemain-pemain hebat berskill tinggi yang dilahirkan dan membela tim nasional Portugal. Inilah 5 pemain terbaik Portugal sepanjang masa versi penulis :

5. Deco


Anderson Luis de Souza lahir di Sao Bernardo do Campo (Brazil) pada tanggal 27 Agustus 1977. Deco berposisi sebagai gelandang serang dan berpostur 174 cm. Pemain yang memiliki 75 caps bersama tim nasional Portugai ini membela tujuh klub sepanjang kariernya, Deco mendapatkan kesuksesan terbesarnya saat membela Porto dan Barcelona. Meskipun lahir di Brazil, Deco memilih untuk membela tim nasional Portugal karena kecintaannya pada Portugal dan peluang dipanggil tim nasional Brazil yang sangat kecil. Deco dikenal sebagai gelandang serang bertipe playmaker yang memiliki kontrol bola mumpuni, passing akurat, permainan yang dinamis, dan visi yang cukup bagus. Berbagai gelar bergengsi pernah diraihnya, diantaranya tiga gelar Primeira Liga bersama Porto, dua gelar La Liga bersama Barcelona, satu gelar Premier League bersama Chelsea, dua gelar Campeonato Brasileiro Serie A bersama Fluminense, dua gelar UEFA Champions League masing-masing satu gelar untuk Porto dan satu untuk Barcelona, dan satu gelar UEFA Club Footballer of the Year.

4. Paulo Futre


Paulo Jorge dos Santos Futre lahir di Montijo pada tanggal 28 Februari 1966. Paulo Futre berposisi sebagai gelandang sayap kiri dan berpostur 178 cm. Pemain yang memiliki 41 caps bersama tim nasional Portugal ini membela sepuluh klub sepanjang kariernya, Paulo Futre mendapatkan kesuksesan terbesarnya saat membela Porto dan Atletico Madrid. Paulo Futre dikenal sebagai gelandang sayap kiri yang lincah dan memiliki dribble yang sangat baik. Berbagai gelar bergengsi pernah diraihnya, diantaranya dua gelar Spanish Cup bersama Atletico Madrid, dua gelar Portuguese League bersama Porto, satu gelar European Silver Ball, dan tiga gelar Portuguese Footballer of the Year.

3. Luis Figo


Luis Filipe Madeira Caeiro Figo lahir di Lisbon pada tanggal 4 November 1972. Luis Figo berposisi sebagai gelandang serang dan gelandang sayap serta memiliki postur 180 cm. Pemain yang memiliki 127 caps bersama tim nasional Portugal ini membela empat klub sepanjang kariernya yakni Sporting CP, Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan. Luis Figo dikenal sebagai pemain yang memiliki dribble sangat baik, memiliki skill menawan, dan memiliki visi diatas rata-rata. Berbagai gelar bergengsi pernah diraihnya, diantaranya dua gelar La Liga bersama Barcelona, dua gelar La Liga bersama Real Madrid, empat gelar Serie A bersama Inter Milan, satu gelar UEFA Champions League bersama Real Madrid, enam gelar Portuguese Footballer of the Year, satu gelar Ballon d'Or, dan satu gelar FIFA World Player of the Year.

2. Eusebio


Eusebio da Silva Ferreira lahir di Lourenco Marques pada tanggal 25 Januari 1942. Eusebio berposisi sebagai striker dan berpostur 175 cm. Pemain yang memiliki 64 caps dan 41 gol bersama tim nasional Portugal ini membela sembilan klub sepanjang kariernya, Eusebio mendapatkan kesuksesan terbesarnya saat membela Benfica. Eusebio dikenal sebagai striker yang sangat tajam, catatan 317 gol dalam 301 penampilan bersama Benfica menjelaskan segalanya. Berbagai gelar bergengsi pernah diraihnya, diantaranya  Jelas sekali nama Eusebio akan diingat sebagai salah satu pemain sepakbola terbaik sepanjang masa. Berbagai gelar bergengsi pernah diraihnya, diantaranya sebelas gelar Primeira Liga bersama Benfica, satu gelar European Cup bersama Benfica, dua gelar Portuguese Footballer of the Year, dan satu gelar Ballon d'Or.

1. Cristiano Ronaldo


Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro lahir di Madeira pada tanggal 5 Februari 1985. Cristiano Ronaldo berposisi sebagai second striker dan winger kiri serta memiliki postur 185 cm. Pemain yang hingga tulisa ini dibuat memiliki 118 caps dan 52 gol bersama tim nasional Portugal ini membela tiga klub hingga saat ini Cristiano Ronaldo dikenal sebagai pemain yang tajam, cepat, memiliki dribble yg bagus, memiliki tendangan yang keras dan akurat, dan memiliki sundulan dan tendangan bebas yang berbahaya. Berbagai gelar bergengsi pernah diraihnya, diantaranya tiga gelar Premier League bersama Manchester United, satu gelar La Liga bersama Real Madrid, dua gelar UEFA Champions League masing-masing satu gelar bersama Manchester United dan satu gelar bersama Real Madrid, dua gelar FIFA Club World Cup masing-masing satu gelar bersama Manchester United dan satu gelar bersama Real Madrid, satu gelar Ballon d'Or, dua gelar FIFA Ballon d'Or, dan satu gelar FIFA World Player of the Year.

Feb 1, 2015

Pemain Terbaik Spanyol Sepanjang Masa.

Apakah anda menjagokan pangeran Real Madrid, ataukah anda menjagokan duo gelandang mungil Barcelona, Inilah 6 pemain terbaik Spanyol sepanjang masa versi penulis :

6. Amancio Amaro



Pemain yang lahir di A Coruna pada tanggal 16 Oktober 1969 ini berposisi sebagai penyerang kanan luar dan mendapatkan karier terbaik saat memperkuat Real Madrid. Pernah menjuarai Spanish League sebanyak sembilan kali, menjuarai European Cup sebanyak sekali, dan menjuarai European Football Championship sebanyak sekali bersama tim nasional menjadikan namanya harum sebagai salah satu legenda sepakbola terbesar Spanyol.

5. Emilio Butragueno


Pemain yang lahir di Madrid, pada tanggal 22 Juli 1963 ini dikenal sebagai striker buas dan haus gol meskipun hanya bertinggi badan 168 cm. Seperti Amancio Amaro, Emilio Butragueno juga merasakan karier yang gemilang saat membela Real Madrid. Pernah enam kali meraih gelar La Liga bersama Real Madrid dan sekali meraih Pichichi Trophy.

4. Raul Gonzalez



Pemain yang lahir di Madrid pada tanggal 27 Juni 1977 dan berpostur 180 cm ini disebut-sebut sebagai striker terbaik yang pernah dimiliki Spanyol. Sangat sukses di level klub, satu-satunya kegagalan dalam karier gemilang Raul adalah gagal memberikan gelar saat membela tim nasional Spanyol. Berbagai gelar bergengsi berhasil diperolehnya bersama Real Madrid diantaranya enam gelar La Liga, tiga gelar UEFA Champions League, dua gelar Intercontinental Cup, lima gelar La Liga's Best Spanish Player, dua gelar Pichichi Trophy, dan dua gelar UEFA Champions League Top Scorer.

3. Andres Iniesta


Pemain yang lahir di Fuentealbilla pada tanggal 11 Mei 1984 ini akan selalu dikenang sebagai pemain yang mencetak gol penentu kemenangan Spanyol atas Belanda pada final Piala Dunia 2010. Memiliki skill yang memukau, umpan-umpan terukur, dan pergerakan yang dinamis membuatnya mampu mendominasi lini tengah setiap tim yang dibelanya. Berbagai gelar bergengsi sudah diraihnya, diantaranya enam gelar La Liga, tiga gelar UEFA Champions League, dua gelar FIFA Club World Cup, dua gelar UEFA European Football Championship, satu gelar FIFA World Cup, dan satu gelar UEFA Best Player in Europe Award.

2. Xavi Hernandez


Pemain yang lahir di Terrassa pada tanggal 25 Januari 1980 ini merupakan salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Spanyol. Dikenal luas karena memiliki kemampuan melepaskan passing dan umpan yang sangat akurat, serta kemampuan mengatur tempo dan mendikte permainan. Berbagai gelar bergengsi pernah diraihnya, diantaranya tujuh gelar La Liga, tiga gelar UEFA Champions League, dua gelar FIFA Club World Cup, dua gelar UEFA European Football Championship, dan satu gelar FIFA World Cup.

1. Luis Suarez Miramontes


Pemain yang lahir di A Coruna pada tanggal 2 Mei 1935 dan berposisi sebagai gelandang ini bisa dikatakan sebagai pemain terbaik yang pernah dimiliki Spanyol. Memiliki kemampuan bermain yang sangat elegan, passing yang akurat, dan tendangan yang sangat eksplosive. Berbagai gelar bergensi pernah diraihnya, diantaranya adalah dua gelar La Liga bersama Barcelona, tiga gelar Serie A bersama Inter Milan, dua gelar European Cup bersama Inter Milan, dua gelar Intercontinental Cup bersama Inter Milan, satu gelar European Football Championship bersama tim nasional Spanyol, dan satu gelar Ballon d'Or serta dua kali menjadi runner up Ballon d'Or membuktikan kualitas sesungguhnya seorang pemain terbaik yang pernah dimiliki Spanyol.

Pemain Terbaik Prancis Sepanjang Masa.

Apakah anda menjagokan pemain botak yang menjadi pujaan banyak penggemar sepakbola diseluruh dunia, ataukah jagoan anda legenda Manchester United yang arogan dan gemar menaikkan kerah, kalau begitu anda keliru, inilah urutan 10 pemain terbaik Prancis sepanjang masa versi penulis :

10. Franck Ribery


Pemain yang lahir pada tanggal 7 April 1983 ini mengalami masa kejayaan dalam bermain sepakbola di klub raksasa Jerman, Bayern Munich. Pemain yang berposisi sebagai winger kiri ini memiliki kemampuan hebat dalam melakukan dribble, memiliki stamina yang baik, cerdas, dan memiliki semangat juang yang tinggi. Pernah meraih berbagai gelar bergensi di level klub seperti empat gelar Bundesliga, satu gelar UEFA Champions League, dan satu gelar FIFA Club World Cup serta dilengkapi dengan gelar individu bergengsi seperti tiga gelar French Player of the Year, satu gelar German Footballer of the Year dan satu gelar UEFA Best Player in Europe Award.

9. Eric Cantona


Pemain yang lahir pada tanggal 24 Mei 1966 di Marseille ini mengalami masa kejayaan dalam bermain sepakbola di klub raksasa Inggris, Manchester United. Pemain berpostur 188 cm dan berposisi sebagai striker ini terkenal sebagai pemain jenius, berskill tinggi, memiliki tendangan yang akurat, bermain sepakbola dengan penuh gaya, namun sangat temperamental. Pernah meraih dua gelar  Division 1 untuk Marseille dan empat gelar Premier League untuk Manchester United menjadi bukti kehebatannya.

8. Just Fontaine


Pemain yang lahir pada tanggal 18 Agustus 1933 dan berposisi sebagai striker ini berjaya pada era 50an. Karir sepakbolanya di habiskan pada tiga klub yaitu Casablanca, Nice, dan Stade Reims. Pemain tim nasional Prancis ini merupakan pemain yang ditakuti pemain belakang lawan pada era 50an, catatan 122 gol dalam 131 penampilan untuk Stade Reims dan 30 gol dalam 21 penampilan untuk tim nasional menjelaskan segalanya. Just Fontaine memperoleh total empat gelar French Division 1, dua gelar French Division 1 Top Goalscorer, dan satu gelar FIFA World Cup Golden Boot 1958 sepanjang kariernya.

7. Jean Tigana


Pemain yang lahir pada tanggal 23 Juni 1955 dan berposisi sebagai gelandang tengah ini merupakan salah satu gelandang terbaik dunia pada era 80an. Pemain berpostur 168 cm ini memiliki kelebihan dalam hal visi, pergerakan, pengambilan posisi, kerjasama tim, daya juang dan stamina yang prima. Jean Tigana meraih total lima gelar French Division 1, satu gelar UEFA European Championship bersama tim nasional Prancis, dan satu gelar French Player of the Year sepanjang kariernya.

6. Alain Giresse


Pemain yang lahir pada tanggal 2 Agustus 1952 ini merupakan salah satu gelandang serang bertipikal playmaker paling berbakat yang dimiliki oleh Prancis sepanjang masa. Berpostur pendek 163 cm tidak menghalanginya bersinar pada era 80an. Bersenjatakan kelincahan, akselerasi, dan kemampuan mengatur permainan membuatnya pernah dua kali meraih gelar French Division 1, tiga kali meraih gelar French Player of the Year, sekali meraih gelar UEFA European Championship dan sekali menjadi runner up Ballon d'Or pada tahun 1982.

5. Thierry Henry


Pemain yang lahir di Les Ulis - Essonne pada tanggal 17 Agustus 1977 ini merupakan pemain yang sudah meraih berbagai macam gelar baik saat membela tim nasional maupun saat membela klub. Legenda abadi Arsenal ini berposisi sebagai striker yang terkenal memiliki lari sangat cepat serta penyelesaian akhir yang elegan. Pernah meraih berbagai gelar seperti Ligue 1, dua gelar Premier League, dua gelar La Liga, satu gelar UEFA Champions League, satu gelar UEFA European Football Championship, satu gelar FIFA Club World Cup, dan satu gelar FIFA World Cup menjadikannya sebagai satu-satunya pemain Prancis yang bisa mengawinkan gelar Piala Dunia Klub dan Piala Dunia Negara.

4. Jean Pierre Papin


Pemain yang lahir pada tanggal 5 November 1963 dan berposisi sebagai striker ini merupakan striker hebat pada era akhir 80an hingga pertengahan 90an. Pemain ini meraih kejayaan dalam bermain sepakbola terutama pada saat membela Marseille dimana dia mencetak 134 gol dalam 215 laga. Pernah empat kali meraih gelar Ligue 1, dua kali meraih gelar Serie A, lima kali meraih gelar Top Scorer Ligue 1, dua kali meraih gelar Top Scorer European Cup, satu gelar Ballon d'Or, dan satu gelar FIFA World Player of the Year.

3. Zinedine Zidane


Pemain yang lahir di Marseille pada tanggal 23 Juni 1972 dan berpostur 185 cm ini merupakan salah satu gelandang serang terbaik sepanjang masa. Dikenal karena memiliki skill yang sangat hebat mungkin salah satu yang terbaik sepanjang masa, pergerakan yang elegan dan enak dilihat, dribble yang baik, dan visi yang sangat prima. Meraih berbagai gelar bergengsi diantaranya dua gelar Serie A, satu gelar La Liga, satu gelar UEFA Champions League, satu gelar UEFA European Football Championship, satu gelar Intercontinental Cup, dan satu gelar FIFA World Cup. Selain itu Zinedine Zidane juga meraih penghargaan-penghargaan individu prestisius seperti satu gelar Ballon d'Or dan tiga gelar FIFA World Player of the Year.

2. Raymond Kopa


Pemain yang lahir pada 13 Oktober 1931 ini merupakan salah satu pemain terbaik dunia pada era 50an dan 60an. Berpostur 169 cm dan berposisi sebagai playmaker, Raymond Kopa dikenal karena kecepatan, kelincahan, dan kecintaannya men-dribble bola. Pemain yang pernah 13 musim membela Stade Reims namun meraih kesuksesan besar saat membela Real Madrid ini selama kariernya pernah meraih beberapa gelar bergengsi baik di level klub maupun di level tim nasional. Gelar-gelar bergengsi yang pernah diraih Raymond Kopa diantaranya empat gelar French League, dua gelar Spanish League, tiga gelar European Cup, dan satu gelar Ballon d'Or.

1. Michel Platini

 
Pemain yang lahir pada 21 Juni 1955 dan berpostur 177 cm ini merupakan gelandang serang yang haus gol. Hanya membela tiga klub sepanjang kariernya yang gemilang yaitu Nancy, Saint Etienne, dan Juventus. Dikenal memiliki kemampuan passing yang baik, kemampuan mencetak gol dari tendangan penalti, kemampuan tendangan bebas yang baik, serta naluri gol yang cukup tinggi untuk ukuran gelandang serang. Puncak karirnya didapatnya saat membela raksasa Italia, Juventus. Berbagai gelar bergensi pernah diraihnya, diantaranya satu gelar Ligue 1, dua gelar Serie A, European Cup, satu gelar UEFA European Football Championship pada 1984, satu gelar Intercontinental Cup, dua gelar World Soccer Player of the Year, dan tiga gelar Ballon d'Or membuatnya sangat pantas berada di posisi pertama daftar ini meskipun sebenarnya secara skill masih kalah dari Zinedine Zidane yang hanya berada pada posisi ketiga.

Jan 19, 2015

Cristiano Ronaldo Pemain Terbaik Dunia 2014



12 Januari 2015 yang lalu menjadi bukti kegemilangan Cristiano Ronaldo selama tahun kalender 2014. Pesepakbola Real Madrid tersebut berhasil memenangi FIFA Ballon d'Or 2014 dengan sangat meyakinkan, memperoleh 37,66% suara meninggalkan pesaing terdekat sekaligus rival abadinya Lionel Messi di posisi kedua dengan perolehan hanya 15,76% suara. Tahun 2014 benar-benar tahun yang menggembirakan bagi Cristiano Ronaldo, torehan prestasi secara individu maupun tim berhasil diraihnya. Diawali dengan meraih gelar FIFA Ballon d'Or di awal tahun, Cristiano Ronaldo semakin melengkapi kesuksesan di tahun 2014 dengan meraih gelar juara Copa del Rey, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Selain kesuksesan di ranah tim, Cristiano Ronaldo juga sangat bersinar di level individu dengan meraih gelat top skor La Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa, UEFA Best Player in Europe Award, dan World Soccer Player of the Year.

Jan 1, 2015

Tim Terbaik 2014.

Tahun 2014 baru saja berganti dengan tahun 2015. Kompetisi sepakbola dunia pada tahun 2014 benar-benar seru dan meriah, terutama dengan hadirnya Piala Dunia 2014. Sepanjang tahun 2014 tentu saja ada beberapa pemain yang sangat menonjol baik di level klub maupun level tim nasional. Penulis berusaha menyusun formasi yang diisi oleh 11 pemain paling menonjol dari segi prestasi baik individual maupun tim. Menggunakan formasi 4-3-3, dilatih oleh Joachim Low, dan dikapteni oleh Philipp Lahm, inilah formasi terbaik yang bisa penulis susun.




Dec 22, 2014

Tim Terbaik Era 2000an.

Sebagai orang yg pertama kali menyukai dunia sepakbola pada awal tahun 2000an, bisa dikatakan pada era 2000an adalah era emas sepakbola karena banyaknya bintang-bintang bermunculan. Penulis menyimpulkan jika para pemain hebat pada era 2000an masih lebih hebat daripada para pemain hebat pada era sekarang. Pada awal era 2000an, Serie A Italia menjadi liga terbaik dengan pemain-pemain termahal di dunia. Juventus, AS Roma, Lazio, Inter Milan, AC Milan, Parma, dan Fiorentina memiliki deretan pemain-pemain berkualitas di dunia. Transfer-transfer mahal seringkali melibatkan klub-klub Italia. Bahkan pada awal era 2000an terdapat pendapat yg mengatakan bahwa lebih bergengsi gelar Scudetto Serie A daripada gelar Liga Champions Eropa.

Namun sejak pertengahan era 2000an Serie A sudah tidak sehebat dulu. Para pemain terbaik Serie A banyak yg pindah ke klub-klub dari liga lain. Dan pada akhir era 2000an, Premier League mulai mendominasi Eropa dan bisa dikatakan sebagai Liga Terbaik di dunia hingga saat ini, meninggalkan La Liga Spanyol dan Bundesliga Jerman. Namun penulis ingin sekali menyusun tim terbaik era 2000an, tim yg diisi oleh pemain-pemain terbaik pada era tersebut. Inilah tim era 2000an menurut versi penulis :

Oliver Kahn (Kiper)


Berkharisma, bermental baja, sangat tangguh, kokoh, dan ahli mengantisipasi tendangan penalti. Jelas yg terbaik pada era 2000an dibandingkan kiper-kiper hebat lain seperti Jose Luis Chilavert, Santiago Canizares, Gianluigi Buffon, Dida, Iker Casillas, dan Petr Cech.

Roberto Carlos (Bek Kiri)


Sangat senang membantu serangan, lumayan kokoh dalam melakukan marking, memiliki lari yg sangat cepat, memiliki tendangan yg sangat keras, dan memiliki kemampuan mengeksekusi tendangan bebas. Roberto Carlos bisa dikatakan sebagai bek kiri yg memiliki kemampuan seorang striker. Kemampuannya yg istimewa membuatnya lebih dipilih masuk tim daripada Ashley Cole.

Fabio Cannavaro (Bek Tengah)


Seorang bek yang berhasil mendapatkan dua penghargaan individu bergensi FIFA World Player of the Year dan Ballon d'Or. Meskipun berpostur pendek untuk ukuran bek tengah, Fabio Cannavaro memiliki kemampuan tackle yg mumpuni, lompatan yang tinggi, dan sangat kokoh dalam melakukan marking membuatnya sangat sulit dilewati penyerang lawan. Tidak ada keraguan memasukkannya ke dalam tim ini.

Lilian Thuram (Bek Tengah)


Berposisi sebagai bek kanan pada awal karirnya, Lilian Thuram tercatat dalam sejarah sebagai salah satu bek tengah terbaik sepanjang masa. Sangat kuat, bertenaga, memiliki stamina baik, sangat gigih, dan memiliki kemampuan membaca serangan lawan, membuatnya lebih dipilih masuk di tim ini daripada bek-bek tengah hebat lain pada era 2000an seperti Jaap Stam, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Roberto Ayala, Lucio, Rio Ferdinand, John Terry, dan Ricardo Carvalho.

Marcos Cafu (Bek Kanan)



Banyak yang menyebut jika Marcos Cafu adalah penerus sejati bek kanan legendaris Brazil, Carlos Alberto Torres. Sangat gemar menyerang dari sisi kanan, sangat bertenaga, memiliki dribble yang baik, ketenangan, dan jiwa kepemimpinan. Semua atribut yang dimikinya membuatnya menang bersaing dengan para bek kanan hebat era 2000an seperti Javier Zanetti, Maicon, maupun Daniel Alves.

Ryan Giggs (Sayap Kiri)


Sangat cepat dalam menyisir sayap kiri, sangat piawai menggunakan kaki kirinya, dan bertipikal sebagai pemain sayap klasik Britania Raya membuatnya menjadi andalan Manchester United selama setidaknya dua dekade. Seorang legenda sejati. Statusnya sebagai legenda sejati Manchester United membuatnya dengan mudah menyingkirkan Pavel Nedved untuk mengisi posisi sayap kiri tim yg hebat ini.

Michael Ballack (Gelandang Tengah)


Bertenaga, memiliki passing akurat, memiliki kemampuan melepaskan tendangan yg keras, memiliki kemampuan menyundul bola yang baik, memiliki jiwa kepemimpinan, dan memiliki kemampuan mengatur tempo permainan. Pemain ini memiliki daya juang yang sangat kuat dan berpengaruh dalam tim-tim yang pernah dibelanya. Lebih dipilih masuk tim daripada empat gelandang tengah hebat lain pada era 2000an, Paul Scholes, Gaizka Mendieta, Steven Gerrard, dan Frank Lampard.

Patrick Vieira (Gelandang Bertahan)


Memiliki postur tinggi besar yg mengintimidasi lawan, gaya permainan yg keras, visi permainan yg baik, dan jiwa kepemimpinan yg tinggi. Mungkin Patrick Vieira adalah gelandang bertahan terbaik sepanjang masa dan jelas lebih dipilih masuk tim daripada tiga gelandang bertahan hebat pada era 2000an lainnya seperti Roy Keane, Edgar Davids, dan Claude Makelele.

Cristiano Ronaldo (Sayap Kanan)



Cepat, lincah, suka melalukan trik, mulai piawai dalam melakukan tendangan bebas, dan lumayan piawai menyundul bola adalah gambaran seorang Cristiano Ronaldo muda pada era 2000an. Dirinya dibeli pada tahun 2003 oleh Manchester United dan diproyeksikan sebagai pengganti David Beckham. Namun kenyataan yang terjadi sebenarnya adalah, Manchester United mendapatkan pemain dengan potensi yang jauh lebih hebat daripada David Beckham. Sering disebut jika sebenarnya Cristiano Ronaldo jauh lebih lengkap dan jauh lebih menentukan hasil pertandingan daripada pesaing abadinya Lionel Messi, maka perolehan FIFA Ballon d'Or Lionel Messi yang lebih banyak daripada Cristiano Ronaldo disebut sebuah ketidakadilan. Cristiano Ronaldo jelas akan masuk di tim terbaik era 2000an ini, mengungguli nama-nama besar seperti David Beckham dan Luis Figo, masuk kedalam tim hebat yang bahkan Lionel Messi sendiri tidak masuk.

Zinedine Zidane (Gelandang Serang / Penyerang Lubang)


Salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Maestro sepakbola Perancis. Inspirator utama tim nasional Perancis pada eranya. Playmaker hebat yang bisa bermain di beberapa posisi berbeda. Peraih tiga gelar FIFA World Player of the Year. Jelas lebih pantas masuk tim hebat ini daripada nama-nama besar seperti Francesco Totti, Alessandro Del Piero, Manuel Rui Costa, Rivaldo, Ronaldinho, Ricardo Kaka, maupun Lionel Messi.

Ronaldo Luis (Striker Tunggal)



Secara bakat dan kemampuan, Ronaldo adalah pemain terbaik dalam 30 tahun terakhir. Melebihi nama-nama besar seperti Diego Maradona, Michel Platini, Lothar Matthaus, Hristo Stoichkov, Romario, Roberto Baggio, Marco van Basten, Ruud Gullit, Zinedine Zidane, Francesco Totti, Ronaldinho, Thierry Henry, Ricardo Kaka, Cristiano Ronaldo, Zlatan Ibrahimovic, dan Lionel Messi. Pernah mendapatkan tiga gelar FIFA World Player of the Year, satu gelar pemain Serie A terbaik sedekade (1997-2007), dan pemain terbesar abad 20 versi majalah World Soccer menjelaskan kepantasan Ronaldo masuk tim hebat ini.

Sir Alex Ferguson (Pelatih)


Pelatih terkonsisten. Salah satu pelatih terbaik sepanjang masa. Meraih banyak kesuksesan bersama Manchester United pada era 2000an. Sangat layak menangani tim hebat ini. 

 

2014, Tahun Kembalinya Real Madrid.

Tentu saja bisa kita ingat jika beberapa tahun yang lalu adalah masa-masa keemasan seteru abadi Real Madrid baik di La Liga maupun Liga Champions Eropa yakni Barcelona. Rasanya sulit sekali bagi Real Madrid untuk menggusur dominasi Barcelona baik di La Liga maupun di Liga Champions. Bahkan dalam rentang waktu 2009 hingga 2013, Barcelona memenangi tiga gelar La Liga dan dua gelar Liga Champions Eropa, sedangkan Real Madrid hanya mampu sekali memenangi gelar La Liga pada era Jose Mourinho. Untuk tataran individupun sama saja, meskipun mampu bersaing dengan Lionel Messi dalam jumlah perolehan gol baik di La Liga maupun Liga Champions Eropa, namun Cristiano Ronaldo selalu kalah dari Lionel Messi pada ranah penghargaan Individual FIFA Ballon d'Or.



Peruntungan Real Madrid berubah setelah managemen Real Madrid mempersilahkan Jose Mourinho kembali melatih klub lamanya yaitu Chelsea dan merekrut pelatih yg tak kalah hebat asal Italia, Carlo Ancelotti, yang pernah meraih gelar liga domestik di tiga liga berbeda dan dua gelar liga champions Eropa. Carlo Ancelotti yang bertipikal mengutamakan kekeluargaan dalam tim dan sangat kebapakan mengayomi tim rasanya sedikit bertolak belakang secara karakteristik dengan Jose Mourinho yg sedikit temperamental dan lumayan sering mengharapkan persaingan antar pemain di dalam timnya meskipun harus diakui jika Jose Mourinho juga sering memuji pemainnya, seorang motivator yg ulung, dan seorang pelatih yang sangat jenius, bahkan mungkin masih yang terbaik pasca pensiunnya Sir Alex Ferguson. Namun Carlo Ancelotti yg mendapatkan sambutan dan ekspektasi dari fans Real Madrid tidak lebih tinggi dari Jose Mourinho justru bisa menyatukan tim Real Madrid yg bertabur bintang dan memberikan bukti nyata trofi la decima yang selama ini sangat diidam-idamkan oleh seluruh fans Real Madrid di seluruh dunia, yang bahkan tidak bisa diberikan oleh seorang Jose Mourinho.


Selain faktor Carlo Ancelotti, nampaknya faktor perekrutan Gareth Bale sebagai pemain sepak bola termahal sekolong jagad juga berperan sangat signifikan. Setelah melewati 1,5 musim bersama Real Madrid, meskipun penampilannya tidak selalu cemerlang, namun nampaklah jika Gareth Bale bisa dikatakan sebagai pewaris tahta utama Cristiano Ronaldo sebagai pemain terbaik Real Madrid jika maestro asal Portugal tersebut sudah menurun kelak. Potensi utama Gareth Bale adalah kecepatannya yg sangat luar biasa, tendangannya yg keras dan akurat, staminanya yg prima, serta tendangan bebasnya yg mematikan. Tercatat Gareth Bale mencetak gol di 3 final yg diikuti Real Madrid sepanjang 2014 ini, yaitu final Copa Del Rey, final Liga Champions Eropa, dan puncaknya final FIFA Club World cup.


Selain faktor Carlo Ancelotti dan Gareth Bale, nampaknya kita tidak dapat mengkesampingkan faktor Cristiano Ronaldo yg terus menerus mencetak banyak gol disaat pesaing utamanya yaitu Lionel Messi mengalami sedikit penurunan. Selain gol demi gol dicetak Cristiano Ronaldo, dia juga akhirnya berhasil mengalahkan Lionel Messi dalam perebutan gelar Ballon d'Or 2013, yang sedikit banyak dipengaruhi oleh tiga gol spektakulernya saat menghadapi Swedia di play off piala dunia 2014. Sesudan meraih Ballon d'Or, penghargaan pemain sepak bola terbaik sekolong jagad, Cristiano Ronaldo juga berhasil merebut gelar pencetak gol terbanyak La Liga, Liga Champions Eropa, dan pencetak gol terbanyak liga-liga se Eropa bersama Luis Suarez, merebut gelar pemain terbaik La Liga 2013-2014, serta masing berada di puncak pencetak gol terbanyak La Liga hingga akhir tahun 2014 ini.



Selain kontribusi sangat besar pada tiga sosok yang sudah disebutkan diatas, Real Madrid juga bisa disebut memiliki pemain-pemain luar biasa lain. Seperti Luka Modric yg sangat dinamis dan kreatif dalam menghidupkan lini tengah Real Madrid, Toni Kroos yang bisa menggantikan dengan sangat sempurna kepergian Xabi Alonso, James Rodriguez yang kemampuannya sedikit mengingatkan kita pada pemain besar Uruguay pada medio akhir 90an dan awal 2000an yaitu Alvaro Recoba, Sergio Ramos seorang defender tangguh yang memiliki sundulan berbahaya dan sering menjadi penentu kemenangan Real Madrid, Iker Casillas yang perlahan-lahan kembali ke penampilan terbaiknya, Isco yang menunjukkan potensi luar biasa pada musim ini, serta potensi pemain muda Jese yang sudah pulih dari cedera.


Dengan ini penulis memprediksikan jika Real Madrid kedepannya akan lebih sukses lagi daripada saat ini karena mereka belum mencapai batas potensi terbaiknya, berbeda dengan Bayern Munchen yang sedikit limbung begitu berganti pelatih dan berganti gaya permainan. Selama Carlo Ancelotti dipertahankan Real Madrid, maka kesuksesan akan selalu mengiringi mereka. Selain prediksi penulis akan Real Madrid yang lebih sukses kedepannya, penulis juga memprediksikan jika Cristiano Ronaldo akan kembali mempertahankan Ballon d'Or pada tahun 2015.

Aug 10, 2014

5 tim terbaik Sir Alex Ferguson.

Sir Alexander Chapman Ferguson atau sering dipanggil Sir Alex, lahir pada 31 Desember 1941 di Glasgow (Skotlandia). Dia pertama kali datang melatih Manchester United pada awal musim 1986-87 dan mengakhiri karirnya sebagai pelatih Manchester United pada akhir musim 2012-13 atau selama 26 tahun. Selama 26 tahun melatih Manchester United, Sir Alex berhasil mempersembahkan tiga puluh delapan trofi, diantaranya tiga belas trofi Premier League dan dua trofi Liga Champions Eropa. Sir Alex dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa, serta bisa disejajarkan dengan nama-nama pelatih besar seperti Brian Clough, Vittorio Pozzo, Rinus Michels, Helenio Herrera, Ernst Happel, Miguel Munoz, Arrigo Sacchi, dan Bob Paisley.


Sir Alex Ferguson diperkenalkan sebagai pelatih Manchester United pertama kali pada tanggal 6 November 1986 menggantikan Ron Atkinson yg saat itu hasil kerjanya kurang memuaskan manajemen Manchester United. Sir Alex dipilih sebagai pelatih Manchester United karena sebelumnya pernah sukses dan membawa kestabilan saat menangani Aberdeen selama kurun waktu 1978-86. Aberdeen dibawanya tiga kali menjuarai Liga Primer Skotlandia dan sekali menjuarai Piala Winners Eropa. Pada tahun 1985-86 Sir Alex juga tercatat pernah menangani tim nasional Skotlandia. Penunjukan itu terbukti sukses meskipun tidak secara langsung terlihat pada musim-musim awal Sir Alex melatih. Pada era awal kepelatihannya terlihat sekali jika Sir Alex menginginkan kestabilan pada berbagai aspek dalam tim yg menjadi fokus utamanya, selalu menerapkan formasi dan strategi yg sama, menerapkan standar kedisplinan yg cukup tegas, dan membangun komunikasi yg baik dengan seluruh elemen klub, akhirnya hasilnya mulai bisa terasa pada musim 1991-92 yg diakhiri dengan posisi runner up liga utama Inggris.


Banyak yg mengatakan kesuksesan utama Sir Alex selama di Manchester United adalah tiga belas gelar juara Premier League, dua trofi Liga Champions Eropa, serta masing-masing satu trofi Piala Intercontinental dan Piala Dunia antarklub. Namun menurut kami, kesuksesan utama Sir Alex adalah membuat Manchester United tetap kompetitif selama dipegangnya, tidak peduli para pemainnya selalu berganti, atau lawan-lawannya yg juga berganti-ganti di setiap musimnya, dia selalu bisa menjaga agar Manchester United selalu masuk dalam persaingan. Selama karirnya dia bersaing dengan banyak sekali pelatih hebat seperti Kenny Dalglish, Sir Bobby Robson, Arsene Wenger, David O'Leary, Gerard Houllier, Jose Mourinho, Rafael Benitez, David Moyes, Carlo Ancelotti, hingga Roberto Mancini, namun kesuksesan tetap berpihak kepadanya. Fakta di lapangan menunjukkan sejak musim 1991-92 hingga 2012-13, Manchester United selalu mampu berada di posisi tiga besar Premier League. Merupakan sebuah prestasi yg sulit disamai oleh pelatih manapun di dunia ini dan semakin menegaskan statusnya sebagai seorang legenda.

Untuk mengenang kesuksesannya, inilah 5 tim terbaik yg pernah dipunyai Sir Alex Ferguson selama 26 tahun penuh kesuksesan menangani Manchester United :


5. Manchester United 2010-11


Pada musim ini, Manchester United berhasil memenangi Premier League dan Community Shield, selain itu mereka juga berhasil masuk partai final Liga Champions namun dikalahkan 3 - 1 oleh FC Barcelona.

Pada lini pertahanan, Manchester United terlalu bergantung pada ketenangan dari Edwin van der Sar dan penampilan gemilang yg ditunjukkan Nemanja Vidic sepanjang musim. Sedangkan Rio Ferdinand mulai terlihat rentan cedera.

Pada lini tengah, Darren Fletcher tampil luar biasa musim ini, sering menjadi pahlawan tak terduga bagi Manchester United. Sedangkan Nani ternyata mampu mengemban tugas sebagai konduktor utama serangan Manchester United pada musim ini.

Pada lini depan, Dimitar Berbatov mendapatkan musim terbaiknya di Manchester United pada musim ini, dimana dia mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak Premier League. Sedangkan Wayne Rooney semakin dewasa dalam penampilan dan semakin lengkap dalam skill. Di bangku cadangan, Javier Chicharito Hernandez dan Chris Smalling, mampu menjadi super sub yg bisa diandalkan.

4. Manchester United 1993-94


Pada musim ini, Manchester United berhasil memenangi Premier League, Piala FA, dan Charity Shield.

Pada lini pertahanan, duet solid Steve Bruce dan Gary Pallister menjadi alasan utama kokohnya pertahanan mereka. Sedangkan Peter Schmeichel sering melakukan penyelamatan-penyelamatan kelas dunia di bawah mistar gawang.

Visi dan kharisma Paul Ince yg menjaga lini tengah Manchester United selalu hidup dan konsisten sepanjang laga. Ryan Giggs sedang meretas jalan untuk menjadi sayap kiri terbaik di dunia, sedangkan penampilan sayap kanan asal Rusia Andrei Kanchelskis mulai inkonsisten, pada satu laga hebat namun di laga lain tidak terlihat.

Pada lini depan, Eric Cantona menunjukkan masih menjadi aktor utama Manchester United lewat sentuhan-sentuhannya yg indah, dribble-dribblenya yg sulit direbut, dan penyelesaian akhirnya yg berkelas.

3. Manchester United 2008-09


Pada musim ini, Manchester United berhasil memenangi Premier League, Piala Liga, Community Shield, dan Piala Dunia antarklub FIFA. Namun pada musim ini, Manchester United gagal mempertahankan gelar Liga Champions Eropa setelah terhenti oleh FC Barcelona di partai final.

Pada lini pertahanan, kuartet bek mereka tidak banyak berubah dari musim sebelumnya. Hanya John O'Shea yg lebih sering dimainkan daripada Wes Brown yg menjadi andalan pada musim sebelumnya.

Pada lini tengah terjadi kejutan, Wayne Rooney yg berposisi asli sebagai striker sering ditempatkan pada posisi gelandang sayap kiri yg bebas menyerang dan menusuk pertahanan lawan.

Pada lini depan, Sir Alex lebih memilih menempatkan striker anyar Dimitar Berbatov sebagai starter daripada pemain yg sering jadi penentu pada musim sebelumnya, Carlos Tevez. Sedangkan pemain terbaik mereka, Cristiano Ronaldo, ditempatkan sebagai pemain paling depan dalam tim dengan Dimitar Berbatov sedikit dibelakangnya.

2. Manchester United 2007-08


Ini adalah salah satu musim tersukses Sir Alex Ferguson selama melatih Manchester United dan juga salah satu musim tersukses sepanjang sejarah Manchester United. Pada musim ini Manchester United berhasil memenangi Premier League, Community Shield, dan Liga Champions Eropa. Selain itu pemain andalan mereka, Cristiano Ronaldo, juga berhasil meraih dua penghargaan individu prestisius yaitu Ballon d'Or dan FIFA World Player of the Year pada akhir tahun.

Pada lini pertahanan, ketenangan kiper Edwin van der Sar yg mampu memberi jaminan rasa aman pada kuartet bek di depannya. Sedangkan kombinasi Nemanja Vidic yg keras dan Rio Ferdinand yg cerdas membuat siapapun striker lawan akan kesulitan menembus pertahanan mereka. 

Pada lini tengah, Paul Scholes benar-benar berperan penting dalam menjaga irama permainan. Umpan-umpannya benar-benar menghidupkan aliran bola pada lini tengah Manchester United. Sedangkan Owen Hargreaves yg pada awal laga berposisi sebagai gelandang tengah terkadang berpindah posisi sebagai sayap kanan pada tengah laga dan sering mencoba melakukan crossing-crossing akurat yg mengingatkan kita pada sosok David Beckham.

Pada lini depan, Manchester United memiliki trio penyerang yg cair, dinamis, dan sangat berkelas. Sulit sekali merebut bola dari ketiga pemain depan mereka.

1. Manchester United 1998-99


Tidak diragukan lagi jika pada musim ini Manchester United menjalani musim terbaik sepanjang sejarah berdirinya klub. Pada musim ini Manchester United berhasil memenangi Premier League, Piala FA, dan Liga Champions Eropa.

Peter Schmeichel dan Jaap Stam yg pada musim ini dianggap sebagai yg terbaik di dunia pada posisinya masing-masing memberikan jaminan ketangguhan pada lini pertahanan Manchester United. Sedangkan kombinasi pengalaman dari Denis Irwin di sisi kiri serta semangat dan determinasi dari Gary Neville di sisi kanan membuat pertahanan Manchester United semakin seimbang.

Pada lini tengah, mungkin inilah lini tengah terbaik Manchester United sepanjang masa. Ada Roy Keane yg bertipikal petarung dan pekerja keras yg membimbing para gelandang muda Manchester United lainnya. Ryan Giggs sangat cepat di sayap kiri, sedangkan David Beckham di sayap kanan selalu mengiris pertahanan lawan lewat umpan-umpan dan crossing-crossingnya yg berbahaya. Paul Scholes tidak terlihat seperti pemain Inggris karena skill yg dimilikinya. Sedangkan Nicky Butt banyak berperan sebagai super sub dan selalu siap memberikan yg terbaik manakala dibutuhkan.

Pada lini depan terdapat empat striker yg sama-sama berkualitas. Ada kombinasi duet Dwight Yorke dan Andy Cole yg sangat kompak dan tajam pada musim itu. Ada juga Ole Gunnar Solskjaer yg sering berperan sebagai supersub. Dan juga ada Teddy Sheringham penyerang tim nasional Inggris yg sangat bertalenta.